Jurnal Indonesia — Jakarta – Peristiwa kebakaran hebat di kawasan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu (26/7) malam merenggut nyawa dua orang kakak beradik. Seorang saksi mata, Agung, yang merupakan petugas keamanan setempat, menceritakan detik-detik dramatis ketika ayah korban berusaha menerobos api untuk menyelamatkan kedua anaknya.
Agung menuturkan bahwa ayah korban mulanya datang ke pos keamanan untuk menunggu kerabatnya pada Minggu malam. Ia sempat berbincang singkat sebelum kabar kebakaran menyebar.
“Bapaknya (lagi) ngobrol sama saya di pos. Jadi dia ke pos, saya tanya, nyamperin datang ke pos, ‘Eh, Bos, nggak bawa motor?’ ‘Nggak, nunggu kerabat,’ katanya. ‘Nggak usah masuk, sini aja’,” cerita Agung menirukan percakapannya saat ditemui di lokasi kejadian pada Selasa (28/7/2026).
Tak lama berselang, warga lain datang dan berteriak panik mengabarkan adanya kebakaran. Ayah korban sontak berlari menuju rumahnya yang ternyata dilalap api.
“Dibilang panik, panik, lari,” ujar Agung.
Agung menambahkan, ayah korban sempat berupaya menerobos kobaran api yang sudah membesar. Namun, warga lain berusaha menahan karena api sudah menyebar luas dan membahayakan.
“Habis itu dia nyadar tuh, ‘Anak saya di dalam’, sampai mau masuk kita tahan-tahan ya, apinya kan sudah gede,” tuturnya.
Melihat usahanya tak berhasil, ayah korban pun menangis histeris. Agung mengungkapkan rasa duka mendalam atas peristiwa tragis yang menimpa keluarga tersebut.
“Ah kasihan lah pokoknya. Nangis kejer dia habis itu,” katanya.
Kebakaran yang terjadi di Jalan Pulo Mas Utara 2B, Pulo Gadung, dilaporkan bermula sekitar pukul 19.31 WIB. Saksi mata mendengar suara dentuman sebelum api membesar dan menjalar dengan cepat.
Sebanyak sembilan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Proses pemadaman baru dinyatakan selesai pada pukul 21.21 WIB.
Kapolsek Pulo Gadung Kompol Gomos Simamora mengonfirmasi bahwa kedua korban yang tewas adalah kakak beradik. “Kedua korban adik dan kakak. Kelahiran 2011 dan 2018,” kata Kompol Gomos saat dihubungi wartawan pada Senin (27/7).
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.